Taufan Pawe Minta Kasus Gangguan Ginjal Akut Jadi Perhatian Serius, RSUD-Dinkes Parepare Lakukan Pengawasan dan Deteksi Dini

by -21 Views

PAREPARE, Investigasinews.id — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe memberi perhatian serius terhadap kasus gangguan ginjal akut pada anak yang tingkat kematiannya mencapai hampir 50 persen.

Karena itu, Taufan Pawe menginstruksikan kepada jajarannya khususnya RSUD Andi Makkasau dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare mendeteksi dini apakah terdapat kasus gangguan ginjal akut pada anak terjadi di Parepare.

“Kita instruksikan kepada Dinas Kesehatan dan RSUD Andi Makkasau, untuk turun melakukan deteksi dini apakah kasus tersebut ada di Parepare,” pinta Taufan Pawe, Kamis, (20/10/22).

Selain itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini juga menginstruksikan agar meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan jika ada kasus gangguan ginjal akut ditemukan.

Wali Kota Parepare dua periode ini mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan anaknya di pusat pelayanan kesehatan tersedia.

“Pemerintah Daerah pastinya akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan fasilitas dan pelayanan khususnya kesehatan,” tegas Taufan Pawe.

Di Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah resmi melarang penjualan dan konsumsi obat-obatan dalam bentuk cair atau sirup untuk sementara waktu. Larangan ini berlaku untuk semua jenis obat dalam bentuk sirup, termasuk vitamin cair.

Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menindaklanjuti larangan itu dengan mengeluarkan surat edaran berupa instruksi kepada seluruh apotek dan toko obat di Parepare untuk sementara tidak menjual obat sirup.

Memastikan instruksi itu berjalan, tim dari Dinas Kesehatan Parepare turun melakukan pengawasan di apotek dan toko obat di Parepare, Kamis, (20/10/22).

Instruksi tidak menjual obat sirup kepada seluruh apotek dan toko obat ini karena terjadinya peningkatan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (atypical progresif acute kidney injury) yang terjadi pada anak umur 0 sampai 18 tahun, dan mayoritas pada usia Balita. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *